SistemRegistrasi Barcode, Sistem Registrasi Event, Sistem Registrasi Acara, Sistem
Registrasi Kegiatan MICE, Sistem Registrasi Online, Buku Tamu Digital Ipad,
Buku Tamu Digital Jakarta, Sewa Sistem Registrasi Barcode, Sewa Sistem
Registrasi Event, Aplikasi Registrasi Seminar, Aplikasi Registrasi Event,
Sistem
Registrasi Barcode terbaik untuk undangan pernikahan hanya di SISTRA. Sistra.id
adalah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam penerapan sistem pendaftaran
barcode untuk pernikahan atau acara lainnya. Teknologi yang digunakan adalah
teknologi canggih yang telah terbukti dengan banyak pengalaman. Kehadiran
sejumlah besar barcode menawarkan manfaat bagi perusahaan dan pengguna. Banyak
operasi dapat dilakukan dengan menggunakan kode batang, baik untuk pembayaran,
untuk pendaftaran dan untuk kegiatan lainnya.
Di dalam pengkodean ada 2 sistem yaitu binary
coding dan proposional coding
1.
Binary coding
Binary coding atau pengkodean
biner yaitu dua ukuran bar dan space digunakan untuk meng encode kan data. Bar
dan spasi bisa dirubah dirubah ke kode biner dengan sangat mudah. Selanjutnya
diubah menjadi karakter ASCII.
2.
Proportional coding
Proportional coding memiliki
beberapa ukuran yang berbeda-beda pada bar dan spasi. Pada ukuran bar atau
spasi serta susunan dari bar dan spasi mendefinisikan karakter yang di
presentasikan. Untuk membaca kode tersebut dibutuhkan ketelitian yang tinggi di
saat mencetak dan men scan barcode.
Sejarah Barcode
Tahun 1932 dimulai sebuah proyek untuk membuat
sistem penjualan otomatis yang bertempat di Harvard University Graduete School
of Business Administration Wallace Flint. Untuk medianya menggunakan kartu
punch. Untuk selanjutnya di tahun 1948 ada seorang lulusan Drexel Institute of
Technology yang bernama Bernard Silver melanjutkan penelitian tentang bagaimana
caranya membaca secara otomatis pada sebuah produk makanan. Di tahun 1951
Woodland Johansen berpindah ke IBM dan terus berinovasi untuk mengembangkan
sistem pada barcode. Selanjutnya sistem barcode dipatenkan dan orang yang
menemukan sistem barcode adalah Woodland Johanson yang biasa di panggil Joe
Woodland.
Di tahun 1952 sitem barcode di patenkan, atau
lebih lengkapnya 7 Oktober 1952. Pengembangan teknologi sistem barcode tidak
berhenti hanya disitu, pengembangan terus dilakukan hingga tahun 1966 di
National Association of Food Chains. Di tahun tersebut diadakan sebuah
pertemuan untuk membicarakan penggunaan sistem checkout otomatis. Perkembangan
selanjutnya dilakukan oleh David Collin dia seorang alumni MIT yang kemudian
bekerja di Sylvania, dia menangani masalah pengkodean pengenalan mobil yang
memiliki warna kining dan biru dan memiliki jumlah 6 digit.
Manfaat Barcode
Dengan hadirnya teknologi barcode banyak
sekali manfaat yang dirasakan oleh para pengguna, dan di bawah ini ada beberapa
manfaat dari barcode diantaranya:
1.
Proses input data lebih cepat
Dengan menggunakan barcode
pekerjaan mampu diselesaikan dengan cepat, sehingga dapat menghemat waktu
bekerja.
2.
Proses input data lebih akurat
Dengan menggunakan barcode
data yang dihasilkn akan lebih akurat, sehingga dapat mengurangi kesalahan.
3.
Meminimalisir kerugian
Manfaat selanjutnya dari
penggunaan barcode yaitu mampu meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh
kesalahan imput data.
4.
Mempersingkat waktu kerja
Dengan barcode pekerjaan
mampu diselesaikan dengan cepat, dengan begitu seorang karyawan bisa
mengalokasikan waktunya untuk pekerjaan yang lainnya, sehingga perusahaan bisa
mempekerjakan sedikit karyawan.
5.
Meningkatkan kinerja manajemen
Dengan barcode pekerjaan
dikerjakan dengan cepat dan akurat, dengan hasil data yang cepat dan akurat
sehingga pengambilan keputusan manajemen akan dilakukan secara cepat yang
selanjutkan akan berpengaruh pada kebijakan perusahaan.
Jika Anda memerlukan sistemregistrasi barcode untuk mengatur konser musik, pernikahan atau acara
lainnya, silakan hubungi nomor di bawah ini.
ndonesia Berkah Teknologi
0812-9615-1115
SISTRA.ID
No comments:
Post a Comment